Kamis, 07 Juni 2012

BACTERIA (SCHYZOPHYTA)


LAPORAN TETAP
PRAKTIKUM
TAKSONOMI TUMBUHAN RENDAH
BACTERIA (SCHYZOPHYTA)

Oleh:
Nama          : Mashal
Nim            : 15.1.105.021
Kelas          : IVA

JURUSAN PENDIDIKAN IPA BIOLOGI
FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) MATARAM
2012
HALAMAN PENGESAHAN

Laporan Tetap Taksonomi Tumbuhan Rendah Ini Disusun Untuk Memenuhi Syarat Dalam Mengikuti Perkuliyahan Pada Mata Kuliyah Taksonomi Tumbuhan Rendah.




Mataram, ….. /04/…..2012



Disahkan oleh :

Co. Ass


Riadah
Nim: 151.095.070
Asisten


Yuliatin, S. Pd

                                               
                                     








DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL.........................................................................
HALAMAN PENGESAHAN..............................................................        II
DAFTAR ISI.........................................................................................        III
BAB I PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG.............................................................        1
B.     TUJUAN....................................................................................        2
C.    WAKTU DAN TEMPAT........................................................        2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA.........................................................        3
BAB III MITODOLOGI
A.    ALAT ........................................................................................        5
B.     BAHAN......................................................................................        5
C.    CARA KERJA..........................................................................        5
BAB IV PEMBAHASAN
A.    DATA HASIL PENGAMATAN............................................        6
B.     ANALISI PROSEDUR............................................................        7
C.    ANALISIS HASIL....................................................................        7
BAB V PENUTUP
A.    KESIMPULAN.........................................................................        14
B.      SARAN......................................................................................        14
DAFTAR PUSTAKA...........................................................................        15
LAMPIRAN 








BAB I
PENDAHULUAN


A.    LATAR BELAKANG
Mungkin kita sudah tidak asing lagi mendengar istilah bakteri sebab organsme ini dapat kita jumpai dimana-mana akan tetapi hanya saja kita tidak dapat melihatnya dengan menggunakan mata telanjang alasannya karena organisme ini sangat kecil sekali akan tetapi kita dapat melihatnya menggunakan Mikroskop dan dari efek yang ditimbulkannya jika terjangkit dengan bakteri yang bisa menyebabkan penyakit, ada beberapa dari bakteri yang bisa menyebabkan penyakit dan adapula yang tidak bahkan bisa dimanfaatkan di dalam kehidupan. Nah untuk melihat secara langung bentuk dari bakteri ini maka kami melakukan pengamatan menggunakan sampah busuk alasan mengapa harus menggunakan sampah busuk karena diyakini tempat inilah habitat yang paling disukai oleh bakteri tersebut.
Adapun Istilah bakteri berasal dari bahasa yunani, yaitu bakterion yang artinya batang kecil. Sel-sel bakteri berukuran sangat kecil sehingga hanya dapat diamati dengan mikroskop. Pada umumnya, panjang sel bakteri berkisar antara 2-10 mikrometer dengan diameter sekitar 0.5-1 mikrometer. Beberapa jenis bakteri memiliki panjang lebih dari 100 mikrometer dengan diameter 0.1-0.2 mikrometer.
Bakteri pertama kali ditemukan oleh Antonie Van Leeuwenhoek (1632-1723) yang juga merupakan penemu mikroskop. Dengan mikroskop buatannya, yang memiliki perbesaran 200-300 kali, Leeuwenhoek dapat melihat makhluk-makhluk kecil yang ia beri nama animalkulus yang sekarang disebut bakteri. Pada 17 september 1683, Leeuwenhoek membuat gambar-gambar bakteri yang ia temukan

B.     TUJUAN
a.       Menerangkan adanya variasi bakteri.
b.      Mengemukakan ciri pembeda antara prokariotik dan eukariotik.
c.       Memperkirakan suatu kondisi bahan makanan yang dapat di rusak oleh aktivitas bakteri.
C.    WAKTU DAN TEMPAT
a.       08- selesai.
b.      Laboratorium Pendidikan IPA Biologi IAIN Mataram













BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A.    Bakteri tersmasuk golongan jasad renik (mikroorganisme). Tubuhnya terdiri atas 1 sel ukurannya hanya beberapa mikron (µ) bahkan ada yang kurang dari 1µ, tidak mempunyai klorofil, tidak jelas adanya inti (eukaryon) seperti yang terdapat pada tanaman tinggi yang sering terdapat ialah benda-benda yang mengandung kromatin yaitu bahan kromosom. Inti yang sederhana ini disebut prokaryon. Kromosom yang terdapat di dalamnya berupa suatu utas yang melingkar seperti suatu kolong tidak mempunyai pasang sehingga bakteri itu dapat disebut makhluk yang haploid. Sel-sel ada yang terbentuk seperti bolo-bola kecil, ada yang serupa tongkat ada yang bengkok seperti koma dan adapula yang serupa spiral. (Suwasono, 1990 : 153)
B.     Beberapa bakteri mampu bergerak dengan menggunakan cambuk/flagel. Berdasarkan ada tidaknya flagel da kedudukan flagel tersebut, dibedakan 5 macam bakteri, yaitu; Atrich : bakteri tidak berflagel, monotrich : mempunyai satu flagel salah satu ujungnya, lopotrich : mempunyai lebih dari satu flagel pada salah satu pada salah satu ujungnya, ampitrich : mempunyai satu atau lebih flagel pada kedua ujungnya, peritrich : mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya. (Najmi,2009 : 15).
C.     Tubuh bakteri yang terdiri atas sebuah sel saja itu mempunyai bentuk yang beraneka ragam. Ada yang berbentuk peluru atau bola, seperti batang, bengkok seperti koma atau sekup, ada yang spiral. Bentuk tubuhnya merupakan salah satu sifat yang dijadikan dasar dalam klasifikasi bakteri. Dalam kondisi tertentu, yang mekanismenya belum difahami benar, sel bakteri mengalami suatu perubahan bentuk. Bentuk baru sebagai variasi bentuknya yang normal, disebut bentuk inovasi. Rhizobium radicicola yang normal berbentuk batang, dalam keadaan tertentu tampak sebagai batang yang bercabang.
Ukuran tubuhnya hanya mencapai beberapa mikron (mikron µ=0,001 mm), paling besar sekitar 100µ, hingga hampir yang terkecil kira-kira 0,1µ. Bukti-bukti menunjukkan, bahwa ada bakteri dengan ukuran tubuh kurang dari itu yang tidak lagi dapat dilihat dengan mikroskop biasa, tetapi memerlukan mikroskop elektron untuk dapat melihatnya. (Gembong,1989:4).
D.    Bakteri  (dari kata Latin bacterium; jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel. Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik), serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi. Beberapa kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit, sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan, pengobatan, dan industri. Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel, kerangka sel, dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas. Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks.Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah, air, udara, dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen), bahkan dalam tubuh manusia. (http://wikpedia.bakteri.htm)
E.     Bakteri memiliki tiga bentuk, yaitu bulat (kokus atau coccus), batang (basil atau bacillus), dan lengkung. Bakteri berbentuk bulat memiliki diameter rata-rata 1 mikrometer atau kurang dari itu. Bakteri berbentuk batang atau lengkung memiliki panjang sekitar 2-5 mikrometer (untuk bakteri batang dapat mencapai panjang 10 mikrometer) dengan diameter sekitar 0.5-1 mikrometer. Sel-sel bakteri yang berbentuk bulat atau batang sering membentuk koloni atau kumpulan sel.(http://www.bakteri.htm)









BAB III
MITODOLOGI



A.    ALAT
a.       Mikroskop cahaya.
b.      Kaca benda
c.       Pipet tetes.
B.     BAHAN
a.       Kertas hisap
b.      Biakan bakteri (dari bahan-bahan organik yang telah membusuk)
C.    CARA KERJA.
a.       Meletakkan setetes air yang mengandung bahan organik yang telah membusuk pada kaca benda lalu menutup dengan kaca penutup (mengusahakan jangan sampai terdapat gelembung udara).
b.      Mengamati preparat tersebut dengan menggunakan perbesaran lemah terlebih dahulu baru kemudian dengan menggunakan perbesaran kuat.
c.       Mencari tubuh-tubuh kecil yang tidak berwarna. Mungkin beberapa di antaranya bergerak dengan cepat. Membedakan bentuk membola kokus, bentuk batang (basil), batang bengkok (spiral). Pada masing-masing bentuk tersebut periksa juga apakah tersusun secara berkoloni seperti rantai,atau susunan yang lain. Jika terlihat flagel, menghitung jumlah dan dimana letaknya. Menggambar tipe yang dapat diamati.

BAB IV
PEMBAHASAN




A.    DATA HASIL PENGAMATAN.
Gambar hasil pengamatan.                  Gambar perbandingan
Dengan perbesaran 10x10 dan
Perbesaran 4x10.                                

 







                                                            1                      2

Keterangan gambar 01                        Keterangan Gambar 02
1.      Monotrik                                       1. Kokus
a.       Flagel.                                     2. Basil
b.      Badan bakteri.
2.      Kokus (Atrik)
3.      Basil.
B.     ANALISIS PROSEDUR
DI dalam cara kerja poin kesatu disebutkan bahwa praktikan di minta meletakkan stetes air  yang mengandung bahan organik yang telah membusuk pada kaca benda lalu ditutup dengan kaca penutup. Akan tetapi di dalam praktiknya tidak demikian praktikan diminta untuk meneteskan beberapa tetes air yang mengandung bahan organik yang telah membusuk sampai praktikan mendapatkan sejumlah bakteri untuk diamati. Selanjutnya pada point yang kedua pada cara kerja praktikan diminta untuk mengamati preparat dengan menggunakan perbesaran lemah kemudian diikuti dengan pembesaran kuat, tetapi praktikan tidak menghiraukan praktikan menggunakan perbesaran mana saja lebih dulu asalkan bisa terlihat apa yang menjadi objek dari acara praktik yaitu baketeri. Kemudian pada point yang terakhir praktikan diminta untuk mencari  tubuh-tubuh kecil yang tak berwarna dalam hal ini praktikan menemukan beberapa bentuk bakteri dan tidak menemukan yang berkoloni praktikan hanya menemukan bakteri yang berbentuk basil, kokus dan berflagel satu dan tidak mencatat ataupun memperhatikan letak dari bakteri tersebut dari preparat yang  diamati.
C.    ANALISIS HASIL.
Sesuai dengan hasil pengamatan yang praktikan peroleh dalam praktikum mengamati baktieri ini, praktikan berusaha dengan ekstra untuk memperoleh bakteri yang dimaksud dengan menggunakan alat dan bahan yang sudah disebutkan diatas. di dalam praktikum praktikan memeperoleh 3 bentuk bakteri yaiu bakteri yang berbentuk kokus, basil dan ada bakteri yang memiliki satu falgel, selama pengamatan praktikan tidak menemukan bakteri jenis yang lain dikarenakan preparat yang praktikan gunakan tidak terlalu busuk , alasan mengapa praktikan menggunakan preparat yang busuk karena tempat inilah habitat yang paling disukai oleh organisme ini, kendati demikian kita tidak bisa melihat dari satu sisi saja mengapa praktikan tidak menemukan bakteri lain mungkin boleh jadi ada kesalahan pada alat maupun orang menggunakan alat tersebut misalnya mikroskop yang digunakan dalam keadaan kuarang baik atau boleh jadi mikroskop baik akan tetapi pencahayaan yang masuk kurang memadai karena pada acara praktikum praktikan menggunakan mikroskop cahaya yang tentunay sudah kita sama-sama ketahui bahwa jika tidak adanya bantuan cahaya maka kita tidak dapat melakukan pengamatan dengannya.
Oleh karena  itu Bakteri merupakan organisme yang paling banyak jumlahnya dan lebih tersebar luas dibandingkan mahluk hidup yang lain . Bakteri memiliki ratusan ribu spesies yang hidup di darat hingga lautan dan pada tempat-tempat yang ekstrim. Bakteri ada yang menguntungkan tetapi ada pula yang merugikan. Bakteri memiliki ciri-ciri yang membedakannya dengan mahluk hidup yang lain. Bakteri adalah organisme uniselluler dan prokariot serta umumnya tidak memiliki klorofil dan berukuran renik (mikroskopis).
Adapun ciri-ciri dari bakteri ini adalah sehingga dapat membedakannnya dengan mahluk hidup lain yaitu :
Ø  Organisme multiselluler
Ø  Prokariot (tidak memiliki membran inti sel )
Ø  Umumnya tidak memiliki klorofil
Ø   Memiliki ukuran tubuh yang bervariasi antara 0,12 s/d ratusan mikron umumnya memiliki ukuran rata-rata 1 s/d 5 mikron.
Ø  Memiliki bentuk tubuh yang beraneka ragam
Ø   Hidup bebas atau parasit
Ø  Yang hidup di lingkungan ekstrim seperti pada mata air panas,kawah atau gambut dinding selnya tidak mengandung peptidoglikan
Ø  Yang hidupnya kosmopolit diberbagai lingkungan dinding selnya mengandung peptidoglikan
Untuk bisa memahami bakteri ini tidak hanya kita mengetahui apa itu bakteri saja akan tetapi kita harus bisa menjelaskan dan memberikan gambaran bagaimana bentuk dan struktur dari bakteri tersebut. Adapun struktur bakteri ini dibagi menjadi dua yaitu Struktur dasar (dimiliki oleh hampir semua jenis bakteri) Meliputi: dinding sel, membran plasma, sitoplasma, ribosom, DNA, dan granula penyimpanan dan Struktur tambahan (dimiliki oleh jenis bakteri tertentu)  Meliputi kapsul, flagelum, pilus, fimbria, klorosom, Vakuola gas dan endospora.
1)      Struktur dasar bakteri.
a)      Dinding sel tersusun dari peptidoglikan yaitu gabungan protein dan polisakarida (ketebalan peptidoglikan membagi bakteri menjadi bakteri gram positif bila peptidoglikannya tebal dan bakteri gram negatif bila peptidoglikannya tipis).
b)      Membran plasma adalah membran yang menyelubungi sitoplasma tersusun atas lapisan fosfolipid dan protein.
c)      Sitoplasma adalah cairan sel.
d)     Ribosom adalah organel yang tersebar dalam sitoplasma, tersusun atas protein dan RNA.
e)      Granula penyimpanan, karena bakteri menyimpan cadangan makanan yang dibutuhkan.
2)      Struktur tambahan bakteri :
a)      Kapsul atau lapisan lendir adalah lapisan di luar dinding sel pada jenis bakteri tertentu, bila lapisannya tebal disebut kapsul dan bila lapisannya tipis disebut lapisan lendir. Kapsul dan lapisan lendir tersusun atas polisakarida dan air.
b)      Flagelum atau bulu cambuk adalah struktur berbentuk batang atau spiral yang menonjol dari dinding sel.
c)      Pilus dan fimbria adalah struktur berbentuk seperti rambut halus yang menonjol dari dinding sel, pilus mirip dengan flagelum tetapi lebih pendek, kaku dan berdiameter lebih kecil dan tersusun dari protein dan hanya terdapat pada bakteri gram negatif. Fimbria adalah struktur sejenis pilus tetapi lebih pendek daripada pilus.
d)     Klorosom adalah struktur yang berada tepat dibawah membran plasma dan mengandung pigmen klorofil dan pigmen lainnya untuk proses fotosintesis. Klorosom hanya terdapat pada bakteri yang melakukan fotosintesis.
e)      Vakuola gas terdapat pada bakteri yang hidup di air dan berfotosintesis.
f)       Endospora adalah bentuk istirahat (laten) dari beberapa jenis bakteri gram positif dan terbentuk didalam sel bakteri jika kondisi tidak menguntungkan bagi kehidupan bakteri. Endospora mengandung sedikit sitoplasma, materi genetik, dan ribosom. Dinding endospora yang tebal tersusun atas protein dan menyebabkan endospora tahan terhadap kekeringan, radiasi cahaya, suhu tinggi dan zat kimia. Jika kondisi lingkungan menguntungkan endospora akan tumbuh menjadi sel bakteri baru.
Setelah mengetahui strukturnya kemudian kita harus mengetahui bentuknya. Bentuk dasar bakteri terdiri atas bentuk bulat (kokus), batang (basil),dan spiral (spirilia) serta terdapat bentuk antara kokus dan basil yang disebut kokobasil. Ada berbagai macam bentuk bakteri :


1.      Bakteri Kokus :
 





a.       Monokokus yaitu berupa sel bakteri kokus tunggal
b.      Diplokokus  yaitu dua sel bakteri kokus berdempetan
c.       Tetrakokus yaitu empat sel bakteri kokus berdempetan berbentuk segi empat.
d.      Sarkina yaitu delapan sel bakteri kokus berdempetan membentuk kubus
e.       Streptokokus yaitu lebih dari empat sel bakteri kokus berdempetan membentuk rantai.
f.       Stapilokokus yaitu lebih dari empat sel bakteri kokus berdempetan seperti buah anggur

2.       Bakteri Basil :



a.       Monobasil yaitu berupa sel bakteri basil tunggal
b.      Diplobasil yaitu berupa dua sel bakteri basil berdempetan
c.       Streptobasil yaitu beberapa sel bakteri basil berdempetan membentuk rantai

3.      Bakteri Spirilia :
 




a.       Spiral yaitu bentuk sel bergelombang
b.      Spiroseta yaitu bentuk sel seperti sekrup
c.       Vibrio yaitu bentuk sel seperti tanda baca koma
Selain itu bakteri juga memiliki alat gerak sehingga ia dapat berpindah tempat. Alat gerak pada bakteri berupa flagellum atau bulu cambuk adalah struktur berbentuk batang atau spiral yang menonjol dari dinding sel. Flagellum memungkinkan bakteri bergerak menuju kondisi lingkungan yang menguntungkan dan menghindar dari lingkungan yang merugikan bagi kehidupannya. Flagellum memiliki jumlah yang berbeda-beda pada bakteri dan letak yang berbeda-beda pula yaitu
1.      Monotrik : bila hanya berjumlah satu
2.      Lofotrik : bila banyak flagellum disatu sisi
3.      Amfitrik : bila banyak flagellum dikedua ujung
4.      Peritrik : bila tersebar diseluruh permukaan sel bakteri
Adapula factor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri .Faktor–faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri atau kondisi untuk pertumbuhan optimum  itu adalah : Suhu, derajat keasaman atau pH, konsentrasi garam, sumber nutrisi, zat-zat sisa metabolism, dan zat kimia. Hal tersebut diatas bervariasi menurut spesies bakterinya.  Sedangkan cara perkembangbiakan dari bakteri ini adalah Bakteri umumnya melakukan reproduksi atau berkembang biak secara aseksual (vegetatif = tak kawin) dengan membelah diri. Pembelahan sel pada bakteri adalah pembelahan biner yaitu setiap sel membelah menjadi dua.Reproduksi bakteri secara seksual yaitu dengan pertukaran materi genetik dengan bakteri lainnya. Pertukaran materi genetik disebut rekombinasi genetik atau rekombinasi DNA.Rekombinasi genetik dapat dilakukan dengan tiga cara yaitu:
1.      Transformasi adalah pemindahan sedikit materi genetik, bahkan satu gen saja dari satu sel bakteri ke sel bakteri yang lainnya.
2.      Transduksi adalah pemindahan materi genetik satu sel bakteri ke sel bakteri lainnnya dengan perantaraan organisme yang lain yaitu bakteriofage (virus bakteri).
3.      Konjugasi adalah pemindahan materi genetik berupa plasmid secara langsung melalui kontak sel dengan membentuk struktur seperti jembatan diantara dua sel bakteri yang berdekatan. Umumnya terjadi pada bakteri gram negatif.






BAB V
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
Dari pembahasan diatas praktikan dapat mengambil kesimpulan bahwa Bakteri merupakan organisme yang paling banyak jumlahnya dan lebih tersebar luas dibandingkan mahluk hidup yang lain . Bakteri memiliki ciri-ciri yang membedakannya dengan mahluk hidup yang lain. Bakteri adalah organisme uniselluler dan prokariot serta umumnya tidak memiliki klorofil dan berukuran renik (mikroskopis). Bakteri dapat dibedakan dengan makhluk hidup lain dapat dilihat dari cirri-cirinya yang membedakannya yaitu Organisme multiselluler, Prokariot (tidak memiliki membran inti sel ), Umumnya tidak memiliki klorofil,  Memiliki ukuran tubuh yang bervariasi antara 0,12 s/d ratusan mikron umumnya memiliki ukuran rata-rata 1 s/d 5 mikron.Memiliki bentuk tubuh yang beraneka ragam, Hidup bebas atau parasit.Yang hidup di lingkungan ekstrim seperti pada mata air panas,kawah atau gambut dinding selnya tidak mengandung peptidoglikan dan Yang hidupnya kosmopolit diberbagai lingkungan dinding selnya mengandung peptidoglikan. Sedangkan yang mempengaruhi pertumbahannya adalah Suhu, derajat keasaman atau pH, konsentrasi garam, sumber nutrisi, zat-zat sisa metabolism, dan zat kimia.
B.     SARAN.
Semoga pada praktikan berikutnya bisa lebih baik karena pada praktik yang pertama praktikan dikejutkan dengan ktidak sesuaiannya jam praktik yang ditentukan sehingga membuat acara praktik tidak epensif. Semoga pada praktikum berikutnya bisa tepat waktu.



DAFTAR PUSTAKA

Heddy, Suwasono. 1990. Biologi Pertanian. Jakarta ; Rajawali Pers.
http://wikpedia.bakteri.htm di akses pada tanggal 24 – 04 -2012
http://www.bakteri.htm. Diakses pada tanggal 26 -04 -2012
Indah, Najmi. 2009. Taksonomi Tingkat Rendah. Jember : IKIP PGRI Jember.
Tjitrosoepomo, G.,1989. Taksonomi Tumbuhan. Yogyakarta : Gadjah Mada
 University Press.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar